Mencari pemimpin

Memilih pemimpin sering menjadi masalah dalam suatu kelompok. Dengan memiliki sosok pemimpin, suatu kelompok tersebut menjadi lebih solid dan lebih cepat dalam mengambil keputusan. Banyak kelompok yang bubar dan hancur karena pemimpin yang tidak mampu untuk memimpin. Pemimpin mengatur dan memutuskan apa yang akan dilakukan oleh suatu kelompok yang menentukan bagaimana nasib anggota kelompok tersebut. Kelompok ini bisa dari keluarga hingga suatu negara bahkan organisasi lintas negara / internasional.

Jika kita lihat dalam kehidupan di alam semesta, binatang pun membentuk kelompok-kelompok dan ada sosok pemimpin disana. Koloni lebah yang hidup dalam sarang dipimpin ratu lebah. Serigala yang berburu dalam grup pun memiliki sosok pemimpin. Singa pun dalam kelompoknya punya sosok pemimpin walaupun singa sendiri binatang yang dianggap sebagai yang terkuat “Raja Rimba”. Sosok pemimpin itu tak lepas dan sangat vital bagi kelangsungan suatu kelompok atau organisasi. Dan manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna secara tidak langsung juga menjadi pemimpin alam semesta.

Banyak negara di dunia yang menemui kehancuran ketika dipimpin oleh orang yang salah dan tidak pantas. Jerman, Italia dan Jepang yang kalah perang dunia 2 misalnya. Negara-negara Timur Tengah yang saat ini masih dilanda konflik misalnya. Namun banyak negara pula yang ketika dipimpin oleh pemimpin yang tepat, mengalami kemajuan yang pesat. Bisa kita lihat China dan India yang sekarang sedang melejit. Bisa kita lihat sejarah Singapura, sebuah negara kecil (wilayahnya) yang diapit 2 negara raksasa (segi wilayah dan jumlah penduduk) menjadi setara dengan negara maju seperti Amerika dan negara-negara Eropa.

Mencari sosok pemimpin menjadi tantangan tersendiri bagi kelompok tersebut. Antara orang yang layak dan orang yang ingin jadi pemimpin. Antara Tokoh muda dan Tokoh Sepuh. Antara orang berpengaruh dan orang yang inovatif. Antara dorongan ayat suci dan pilihan hati. Banyak perdebatan, metode, cara, mekanisme yang dilakukan untuk mencari sosok pemimpin yang tepat.

Ada banyak teori, pedoman, buku hingga kitab suci yang menjelaskan bagaimana kita memilih pemimpin kita. Salah satunya sosok pemimpin itu harus bisa memberikan penerangan secara MERATA layaknya bagaimana MATAHARI menyinari dunia tidak pilih kasih. Setiap sudut bumi diterangi matahari, bahkan kutub utara dan selatan pun disinari walaupun intensitasnya berbeda. Pilihlah sosok yang seperti ANGIN yang menyentuh setiap lapisan masyarakat, melihat langsung kondisi di lapangan hingga ke pelosok – pelosok.  Pemimpin itu harus lah TENANG dalam segala keadaan, bisa menenangkan dan menyejukkan suasana di tengah – tengah masyarakat seperti cahaya REMBULAN menerangi malam. Bisa menyejahterakan layaknya bagaimana HUJAN menghidupkan tanah yang kering, mengairi sungai yang mati dan menyejukkan cuaca yang panas.

Menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah. Ia harus KUAT dan PANTANG MENYERAH layaknya OMBAK laut yang menerpa karang dan tebing hingga tergerus juga, tak peduli seberapa berat masalah yang dihadapi. Harus bisa memberikan SEMANGAT untuk bekerja dan MEMOTIVASI masyarakat untuk menjadi lebih baik seperti API yang berkobar. Juga bisa berlaku ADIL dalam memberikan penghargaan dan hukuman. Dan seorang pemimpin harus BIJAK dalam mengatur keuangan dan sumber daya yang dimiliki agar kelompok tersebut dapat bertahan dan terus berkembang.

Tak ada gading yang tak retak, setiap orang pasti ada kekurangan, namun bagaimana kekurangan ini menjadi potensi dan motivasi tergantung ke individu masing – masing. Memiliki pengikut yang banyak bukan berarti sudah menjadi pemimpin, tapi bagaimana memimpin itulah yang menjadikan pemimpin itu sebagai pemimpin bukan sekedar figur.

Advertisements