God everywhere?

Apakah benar Tuhan ada dimana-mana?

Banyak yang menyimpan pertanyaan yang sama di dalam hatinya namun kemudian puas dengan jawaban – jawaban yang diberikan oleh pemuka agama walaupun masih tidak yakin, belum puas dengan jawaban tersebut namun tidak berani untuk bertanya.

Pertanyaan ini muncul karena kita sangat sulit membuktikan kehadiranNya. Tuhan tidak bisa dilihat dengan kedua mata kita. Kita tidak tahu seperti apa Tuhan itu. Kita seolah – olah buta, tidak bisa melihat. Orang-orang yang pemikirannya terpaku pada logika, pada apa yang dia lihat dan dapat membuktikannya langsung, maka memilih untuk tidak mempercayai keberadaan Tuhan.

Tapi tahukah kita, bahwa sebenarnya Tuhan memang ada dimana-mana. Kita memang tidak sadar akan kehadiranNya. Karena kesadaran kita belum mampu merasakan Beliau. Kita masih belum sadar akan kelahiran kita. Kita masih digelapkan, dibutakan oleh dunia, oleh keduniawian, oleh maya karena kita lahir di mayapada (alam maya atau alam ilusi atau dunia maya). Segala hal yang kita miliki di dunia ini suatu saat akan hilang, tidak sama lagi seperti dulu. Itulah bukti bahwa kita lahir di dunia semu, dunia maya.

Tuhan selalu bersama kita

Unsur dalam diri makhluk hidup (termasuk manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan) memiliki berbagai kesamaan dengan unsur yang membentuk alam semesta. Unsur-unsur pembentuk alam secara garis besar terdiri dari tanah, air, api, angin/udara dan ruang hampa.

Sedangkan dalam diri manusia memiliki unsur tanah seperti tulang dan daging yang terbentuk dari mineral, protein, dan lemak/minyak. Unsur air terbesar dalam diri manusia adalah darah. Darah manusia secara garis besar terdiri atas air, protein, lemak dan mineral seperti zat besi, kalsium, fosfat, sulfate, magnesium, garam NaCl dan lain-lain.

Di dalam diri manusia terdapat oksigen yang membantu proses pembakaran zat-zat makanan. Suhu rata-rata manusia (daerah tropis, Indonesia) yaitu 35 derajat celcius. Ini membuktikan di dalam tubuh manusia terdapat api atau panas karena hanya mayat saja yang tidak memiliki panas tubuh.

Unsur udara tentu saja ada, salah satunya oksigen dan karbon dioksida. Sedangkan ruang hampa ada pada rongga-rongga dalam tubuh seperti rongga dada, rongga perut, rongga mulut, dan rongga pada organ-organ sistem pencernaan, pernapasan, ekskresi dan lain-lain.

Lalu apakah sama antara batu dengan manusia? Tentu saja tidak. Batu adalah benda mati sedangkan manusia merupakan makhluk hidup. Kenapa dikatakan makhluk hidup? Siapa yang menghidupi? Jawabannya adalah Tuhan. Tidak ada Tuhan yang menghidupi sebuah batu. Tapi yang bisa menghidupi manusia hanyalah Tuhan yang berwujud atman (percikan kecil, atomik). Setiap makhluk hidup dihidupi oleh Atman (percikan kecil Tuhan) dan ketika Atman meninggalkan badan makhluk hidup maka makhluk hidup tersebut mati sama seperti benda mati.

Masih bingung…..

Manusia hidup di mayapada (dunia ilusi, dunia semu). Dunia semu tersebut dipenuhi oleh banyak hal yang menggelapkan, menggiurkan seperti harta benda, kekayaan, ketenaran, Kecantikan dan sebagainya. Karena kegelapan inilah cahaya Sang Atman menjadi tidak terlihat oleh mata manusia. Hal ini pula yang membuat manusia tidak menyadari kehadiran Tuhan di dalam dirinya. Karena ini pula Tuhan ada dimana – mana kemanapun kita pergi, Beliau ada disana.

Sekian dan terima kasih

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s